15 Cara Mendidik Anak Agar Cerdas Dan Mandiri

Mypoly Indonesia – Saat baru lahir anak bagaikan kertas polos, orang tualah yang bertugas menggambar dan mengisi kertas polos tersebut. Bisa penuh warna, atau bahkan dipenuhi warna gelap. Sebagai orang tua kita wajib mengarahkan dan membimbing anak sehingga kelak saat dewasa menjadi anak yang disiplin, mandiri, dan cerdas.

Namun, masih ada saja orang tua yang merasa bingung, belum paham, dan tidak mengerti bagaimana mendidik anak agar tumbuh seperti yang diharapkan. Berikut ini 15 Cara Mendidik Anak Agar Cerdas Dan Mandiri.

Jadilah Contoh dan Panutan yang Baik

Apa yang dilakukan orang tua biasanya akan ditiru oleh anak. Daripada anak Anda mengidolakan tokoh kartun, kenapa bukan Anda yang menjadi sosok panutan mereka? Mulailah menjaga sikan dan perkataan saat dihadapan anak dan jadilah pelindung dan pengayom saat anak membutuhkan.

Hindari Kata “Jangan”

Kurangi kata “jangan” saat melarang anak melakukan sesuatu. Dengan mengeluarkan kata “jangan” justru akan membatasi kreativitas dan daya eksplorasi anak. Cobalah ganti dengan kata yang lebih positif. Misalnya saja kalimat “jangan berlari”. Coba ganti dengan”berjalan saja” atau “pelan-pelan saja ya Nak”. Itu akan membuat anak merasa lebih bebas dan merasa tidak terkekang.

Bikin Kaos Keluarga Desain Unik Bisa Custom Sesukamu. Yuk Klik Disini

Latih Problem Solving Sejak Dini

Latihlah anak untuk memecahkan masalah sejak dini. Dengan begitu anak akan belajar beradaptasi dengan beragam kondisi dan situasi yang berbeda. Ini menjadi cikal bakal anak untuk bisa mandiri.

Tanamkan Kedisiplinan dan Tanggung Jawab

Disiplin menjadi kunci dari perkembangan anak di masa depan. Mulailah menanamkan kedisiplinan pada anak dari yang paling sederhana, misalnya ajarkan untuk selalu membuang sampah pada tempatnya.

Ajarkan juga tentang tanggung jawab. Bisa dimulai dengan mengajari anak untuk membereskan mainan setelah selesai. Bisa juga dengan selalu mengingatkan anak mengenai jam tidur bagi mereka yang sudah sekolah. Ini menjadi pelajaran tanggung jawab anak terhadap dirinya sendiri.

Ajarkan Untuk Berterima Kasih dan Bersyukur

Mengucap terima kasih adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Tapi jika tidak dibiasakan sejak kecil anak pasti susah melakukannya saat dewasa. Dengan selalu berterima kasih kepada orang yang telah membantunya, anak diajarkan untuk saling menghargai. Anak juga secara tidak langsung diajarkan untuk lebih berempati kepada orang lain.

Ajarkan juga bersyukur kepada Tuhan sejak dini, agar anak selalu menikmati dan mensyukuri yang Tuhan berikan.

Tidak Asal memberi Mainan

Bagi orang tua memberi mainan pada anak dianggap sudah membahagiannya, padahal anak tidak bisa diberi sembarang mainan. Ada beberapa mainan yang justru mengarahkan anak ke sifat yang buruk. Berikan mainan sesuai usianya. Selain itu, pastikan mainan yang diberikan punya manfaat positif. Seperti bisa meningkatkan motorik atau kecerdasan anak saat mereka memainkannya. Mainan adalah media yang menstimulan anak dengan cepat. Anak bisa berpikir kreatif, mengembangkan imajinasi, dan berpikir logis melalui mainan.

Beri Nutrisi Yang Cukup

Selain stimulus dari luar, faktor yang mempengaruhi perkembangan dari dalam diri anak juga harus diperhatikan. Berilah nutrisi yang cukup.Karena kecerdasan anak tidak hanya tergantung dari latihan tapi juga harus didukung dengan nutrisi yang baik.

Beribadah Bersama Anak

Anak yang diajari beribadah sejak dini cenderung memiliki perilaku dan pola pikir yang baik. Pola pikir ini akan berpengaruh pada kecerdasan anak. Baik cerdas dalam pelajaran, maupun cerdas dalam menjalani kehidupan. Karena itu, selalu ajak anak untuk beribadah bersama Anda. Ingat, orang tua adalah contoh bagi anak-anaknya.

Bacakan Dongeng Sebelum Tidur

Membacakan cerita akan membantu meningkatkan imajinasi anak. Apalagi jika bercerita dengan penuh intonasi. Selain itu bercerita sebelum tidur akan meningkatkan hubungan orang tua dengan anak.

Ajak Anak Mengenal Alam

Mengenal alam akan punya manfaat besar bagi pertumbuhan mental dan spiritual anak. Khususnya bagi mereka yang lahir dan tumbuh di kota besar. Anak yang sering mengunjungi tempat-tempat wisata alam cenderung mempunyai kecerdasan dan ketenangan yang lebih stabil dibanding mereka yang jarang menikmati keindahan alam.

Bikin Kaos Anak Desain Sesukamu. Yuk Klik Disini

Tempatkan Anak di Lingkungan yang Baik

Lingkungan mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan anak. Jika orang tua sudah mendidik anak dengan baik namun lingkungan sekitar kurang baik, maka bisa jadi anak akan terpengaruh oleh lingkungan luar. Usahakan anak tumbuh di lingkungan yang baik, tenang, dan penuh spiritual.

Biasakan Untuk Sarapan

Sarapan kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang tua. Padahal, anak yang selalu sarapan sebelum berangkat sekolah bakal punya daya konsentrasi yang lebih kuat. Karena dia tak banyak memikirkan perut yang lapar saat tengah belajar di kelas. Anak yang selalu sarapan pun bakal lebih aktif dan gesit. Sementara anak yang tidak biasa sarapan, cenderung malas karena tidak memiliki energi yang cukup.

Berolahraga Secara Rutin

Selain untuk menjaga kebugaran, olahraga juga bisa membentuk anak lebih percaya diri. Jika melakukan olahraga secara bersama, hubungan emosional antara orang tua dan anak pun semakin kuat. Perbanyak waktu bersama anak melalui olahraga. Selain badan lebih sehat, Anda bisa bisa lebih dekat dengan anak.

Ikut Bermain Bersama Anak

Jangan pernah malu atau sungkan bermain bersama anak. Melibatkan diri dalam permainan yang dilakukan anak akan memicu rasa percaya diri dan kecerdasan anak. Selain itu, mereka akan merasa lebih diperhatikan oleh orang tuanya. Jika bermain bersama anak, Anda bakal bisa mengetahui potensi yang mereka miliki. Dengan demikian, Anda pun bisa mengarahkan potensi tersebut dengan baik dan berkembang secara maksimal.

Si Kecil Ulang Tahun? Yuk Bikin Kaos Spesial Buat Si Kecil. Klik Disini

Berikan Pujian Yang Tulus

Tak hanya harus mendapat hukuman jika melakukan kesalahan, anak pun harus mendapat pujian atau reward lain saat melakukan kebaikan. Sebuah pujian yang tulus dari orang tua menjadi stimulus mental dan rasa percaya diri pada anak. Tapi ingat, jangan terlalu sering memuji. Anak justru bisa menjadi manja dan cenderung tidak bisa mengatasi masalah. Berikan pujian secukupnya saja.

Baca Juga

Nah, itulah 15 Cara Mendidik Anak Agar Cerdas Dan Mandiri. Melatih intelektual tanpa dibarengi dengan kualitas spiritual akan membuat anak menjadi sosok cerdas tapi kehilangan arah. Untuk itu kita harus mengimbangi dan terus mengasah kecerdasan anak secara seimbang, baik intelektual maupun spiritual.

 

Tinggalkan Balasan