Gejala Depresi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Mypoly Indonesia – Siapa yang menyangka kalau anak kecil bisa mengalami depresi? Bahkan anak TK pun bisa mengalami depresi lho bun, namun kondisi depresi anak sering tidak kita sadari dan hanya dianggap sebagai kenakalan yang wajar. Ini mengakibatkan penanganan yang salah.

Menurut pakar tumbuh kembang anak, bahwa anak usia TK dan PAUD sisi emosionalnya belum berkembang sempurna, sehingga dia belum mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan.

Meski kondisi depresi pada anak tidak umum terjadi, jangan disepelekan lho Bun. Apalagi sejak kecil si kecil sudah dihujani berbagai tekanan dan kurangnya waktu bermain. Inilah yang bisa menyebabkan stress yang akhirnya membuat anak depresi.

Anak depresi sering disalahpahami

Dr. Barry Garfinkel, seorang psikiater anak dan remaja di Minneapolis mengungkapkan bahwa anak depresi di usia pra sekolah memang langka, sehingga sering disalah pahamhi sebagai masalah perilaku.

Menurutnya, beberapa gajala depresi yang dialami anak sebagai berikut

  • Terjadi perubahan yang signifikan pada perilaku anak
  • Anak cenderung menarik diri
  • Anak menjadi acuh tak acuh dan apatis
  • Suasana hati anak memburuk

Baca Juga – Mengatasi Anak Kecanduan Game Online, Yuk Kenali Cirinya

Barry juga menambahkan bahwa anak yang mengalami hari buruk adalah normal. Saat anak mengalami kesedihan normal. dalam waktu beberapa atau beberapa hari akan kembali ceria, namun jika depresi kesedihannya akan berlanjut hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Gejala depresi pada anak yang harus di waspadai

Berikut gejala depresi secara umum, sebagai orang tua kita harus mencermati hal ini untuk bisa segera memberikannya bantuan dan bimbingan.

  • Anak tidak tertarik lagi melakukan aktivitas favoritnya.
  • Anak terlihat lesu dan bosan.
  • Menarik diri dari pergaulan dan tidak tertarik bermain dengan temannya.
  • Lebih mudah marah dan cepat tersinggung.
  • Pola tidur berubah dratis.
  • Bakat menurut.
  • Tidak mau pergi ke sekolah.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Anak cenderung memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
  • Lebih sering menangis, dan terlihat sedih sepanjang hari.
  • Anak sering melamun dan tidak fokus.

Baca Juga

Faktor yang bisa membuat anak depresi

Tak hanya stress karena suasana sekolah atau pelajaran yang banyak. Beberapa faktor lain juga bisa menyebabkan anak mengalami depresi, berikut beberapa faktor tersebut.

  • Kehilangan orang yang disayangi, misalnya perceraian orang tua, atau ada keluarga yang meninggal.
  • Stress di dalam keluarga, misalnya anggota keluarga sakit parah, orang tua kehilangan pekerjaan.
  • Anak memiliki gangguan kecemasan, kesulitan belajar, kesulitan mengontrol emosu dan perilaku.
  • Orang tua memiliki riwayat depresi atau masalah kesehatan mental.

Faktor tersebut bukanlah penentu, namun sebagai pemicu depresi anak di usia dini. Jadi selalu beri perhatian pada si kecil ya Bun.

Tinggalkan Balasan