Waspadai Batuk Tak Biasa Pada Bayi, Ini Cara Mengatasinya

mengatasi-batuk-tak-biasa-pada-bayi

Mypoly Indonesia – Menurut pengajar Pediatri Klinis di Vanderbilt University Medical School, Catherine Dundon, MD, idealnya bayi yang masih berusia di bawah 4 bulan jarang batuk, kecuali jika dia terkena Respiratory Syncytial Virus (RSV), yaitu virus berbahaya yang menyerang saluran pernapasan atas pada bayi. Virus ini mengakibatkan terjadinya pembengkakakn pada bronchiolitis atau tabung pernapasan.

Bayi yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, menderita penyakit paru-paru, atau bayi yang lahir prematur sangat rentan terkena RSV. Virus ini ditularkan melalui udara dan sentuhan, jika tidak ditangani secara langsung dalam waktu 3-10 hari akan berkembang menjadi bronkiolitis yang sulit disembuhkan atau pneumonia. Dan pada puncaknya RSV bisa berujung pada kematian.

Baca Juga – 5 Penyebab Mimisan Yang Sering Terjadi Pada Anak

Jangan panik dulu Bun, alangkah baiknya bunda mengenali gejala-gejala dan penanganannya dulu ya!

Gejala RSV

  • Demam di atas 39 derajat celcius.
  • Bayi tidak mau menyusui.
  • Batuk disertai pilek.
  • Si kecil sulit bernapas dengan baik.
  • Kotoran hidung terlihat tebal dan berwarna hijau, kuning atau abu-abu.
  • Kulit terlihat biru (sianosis).

Penanganan Pertama

Setelah gejala-gejala diatas dialami oleh si kecil, langkah selanjutnya melakukan penanganan pertama dengan melakukan perawatan sederhana berikut ini.

Beri ASI lebih sering

Ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi pada si kecil.

Jangan mengoleskan sembarang salep pereda batuk pada dada dan punggung bayi

Sebaiknya bunda berkonsultasi dahulu dengan dokter anak sebelum memberikan salep atau sejenisnya.

Tidak dianjurkan memberi obat penurun panas yang mengandung aspirin

Itu karena dapat mengakibatkan sindrom Reye (pembengkakan pada organ hati dan otak). Berikan obat sesuai anjuran dokter.

Baca Juga – Penyebab Bau Mulut Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Jauhkan dari asap rokok

Sebaiknya hindarkan si kecil dari asap rokok dan hindarkan dari anak-anak yang berpotensi tertular.

Cuci tangan dan ganti pakaian terlebih dahulu sebelum berinteraksi dengan si kecil

Hal ini agar tidak memperparah kondisi si kecil, terlebih jika yang akan bersentuhan adalah perokok, meskipun rokok sudah dimatikan tetapi residu rokok tetap menempel pada tubuh si perokok.

Penanganan Lanjutan

Setelah melakukan penanganan pertama selama 2 hari dan si kecil tidak menunjukkan penurunan gejala segera bawa ke rumah sakit agar dirawat lebih intensif.

Baca Juga

Pencegahan RSV

  • Infeksi RSV bisa dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut ini
  • Selalu cuci tangan menggunakan sabun sebelum menyusui atau bersentuhan dengan bayi.
  • Batasi bayi dipegang oleng banyak orang.
  • Jauhkan bayi dari perokok aktif
  • Memberikan Immunglobulin RSV dan palvizumab, ini akan mencegah infeksi RSV pada anak yang berusia dibawah 24 bulan.
  • Pastikan rumah selalu bersih dan bebas dari bau menyengat seperti bau cat, asap pembakaran, dll.

Nah itu dia gejala RSV, penanganan dan penjegahannya Bun. Ingat, rajinlah berkonsultasi dengan ahli jika dirasa ada yang tidak beres dengan kesehatan si kecil.

Tinggalkan Balasan